Kamis, 31 Januari 2013

SKRIPSI OLAHRAGA



STUDI TENTANG KELAYAKAN PANTAI MALI KELURAHAN KABOLA KECAMATAN KABOLA
SEBAGAI SARANA REKREASI
DI KABUPATEN ALOR

SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu persyaratan untuk mencapai gelar sarjana pendidikan pada program studi pendidikan jasmani kesehatan dan rekreasi


 


                                                                                                                    







OLEH

YOHANIS K. PADAFING
3207I70



FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA
 KUPANG
2012








LEMBAR PERSETUJUAN



Skripsi oleh “YOHANIS K. PADAFING” telah diperiksa dan disetujui untuk di uji pada 16 Agustus 2012




MENYETUJUI

         PEMBIMBING I                                             PEMBIMBING II

JAMES K. LIKA, S.Pd, M.Pd                             AGUS J. NAFIE, S,Pd
        NIDN: 0828017601


MENGETAHUI
KETUA PROGDI PJKR-OLAHRAGA

JAMES K. LIKA, S.Pd
NIDN: 0828017601

LEMBARAN PENGESAHAN

Skripsi Saudara “YOHANIS K. PADAFING” Judul “STUDI TENTANG KELAYAKAN PANTAI MALI KELURAHAN KABOLA KECAMATAN KABOLA SEBAGAI SARANA REKREASI DI KABUPATEN ALOR” telah dipertanggungjawabkan di depan Dewan Penguji Skripsi pada tanggal 16 Agustus 2012 dan dinyatakan LULUS pada tanggal 22 Agustus 2012.

DEWAN PENGUJI

No
Nama

Status
Tanda Tangan
Tanggal
1.
Simson R. Kerihi, S.Pd, M.Pd
Penguji Utama
……………..
…………
2.
Robert Tetikay, S.Pd, M.Pd
Penguji Anggota
……………..
…………
3.
James K. Lika, S.Pd, M.Pd
Penguji Anggota
Pembimbing I
……………..
…………
4.
Agus J. Nafie, S.Pd
Penguji Anggota
Pembimbing II
……………..
…………


MENGESAHKAN

Dekan
FKIP UKAW


Dra. Lintje H. Pellu, M. Si, Ph.d
NIDN : 0803116201
Ketua Program Studi
PJKR-OLAHRAGA


James K. Lika, S.Pd, M.Pd
NIDN : 0808066801




MOTTO

   
Berserulah Kepada-Ku maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui”
                                                       
                                                                Yeremia 33: 3








PERSEMBAHAN
            Dengan penuh rasa hormat serta dengan segalah kerendahan dan ketulusan hati penulis persembahkan kepada:
1.      Tuhan Yesus Kristus yang selalu menjaga serta memberikan hikmat dan pengetahuan kepada penulis.
2.      Bapak Marthinus Padafing dan mama Rosalina M. Padafing yang sangat penulis sayangi yang telah melahirkan, membesarkan penulis serta memotivasi, mendoakan dan memberikan nasehat, selalu sabar dan setia menanti keberhasilanku.
3.      Bapak Paulus Mailehi sekeluarga dan Bapak Amos Mabilehi sekeluarga yang telah memberikan moril maupun materil selama penulis menjalani studi.
4.      Saudaraku tersayang K’ Bram, K Ming, adik Thubek,  dan Adik Iron
5.      Kekasihku tercinta Adi Selfina Wallu
6.      Semua kawan-kawan seangkatan yang sama-sama berjuang dalam menyelesaikan studi khususnya Reno, Edu, Napo, Ibel, Fandi, Khenso, Ferdi, Lince, dan Andy
7.      Teman-teman Asrama Airmata, Adi, Bob, Sigus, Ijonk, Umbu, Arwadi, Jovans, Stiven, Andi, Ifal, Ati, Meri, dan Stink
8.      Almamater Tercinta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.


KATA PENGANTAR
            Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang  Maha Kuasa karena atas rahmat dan tuntunan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini, penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang dengan suka rela membimbing penulis terutama kepada:
1.      Bapak Frankie J. Salean, SE, MP, selaku Rektor UKAW Kupang yang telah bersedia menerima penulis untuk mengemban pendidikan pada lembaga ini.
2.      Ibu Dra. Lintje H. Pellu, M. Si, Ph.d selaku Dekan FKIP UKAW Kupang yang telah membantu penulis dalam memperlancar urusan akademik.
3.      Bapak James K. Lika, S.Pd, M.Pd selaku Ketua Program Studi FKIP PJKR UKAW Kupang yang telah bersedia menerima dan membimbing penulis dari awal perkuliahan sampai selesai. Sekaligus Bapak James K. Lika, S.Pd, M.Pd selaku dosen pembimbing I yang telah membimbing penulis dalam menyelesaikan tulisan ini.
4.      Bapak Agus J. Nafie, S.Pd selaku dosen pembimbing II yang telah  meluangkan waktu untuk membimbing penulis dalam menyelesaikan tulisan ini.
5.      Para dosen pengasuh mata kulia yang berhubungan dengan Program Studi FKIP PJKR UKAW yang telah membimbing penulis dari awal  mengikuti perkuliahan sampai selesai.
6.      Bapak Edison Penali, S.Sos selaku Lurah Kabola yang dengan senang hati menerima penulis untuk melakukan penelitian dan pengambilan data di tempat penelitian.
7.      Ayah dan Ibu tercinta yang selalu mendukung dan mendoakan penulis setiap saat.
8.      Teman-teman seperjuangan yang telah mendukung penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu, yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
            Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan oleh karena itu sangat dibutuhkan berbagai kritik saran yang membangun untuk penyempurnaan tulisan ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua.


Kupang, Agustus 2012

Penulis








DAFTAR ISI
                                                                                                                       
HALAMAN JUDUL
LEMBARAN PERSETUJUAN .................................................................... i
MOTTO............................................................................................................. ii
LEMBARAN PERSEMBAHAN  .................................................................. iii
KATA PENGANTAR..................................................................................... iv
DAFTAR ISI..................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL  .......................................................................................... viii
DAFTAR GAMBAR....................................................................................... ix
DAFTAR LAMPIRAN.................................................................................... x
ABSTRAKSI..................................................................................................... xi
BAB I. PENDAHULUAN
A.          Latar Belakang............................................................................... 1
B.           Identifikasi Masalah....................................................................... 4
C.           Pembatasan Masalah ..................................................................... 5
D.          Rumusan Masalah.......................................................................... 5
E.           Tujuan Penelitian............................................................................ 5
F.            Manfaat Penelitian......................................................................... 5
G.          Definisi Operasional Konsep......................................................... 6
BAB II. KAJIAN TEORITIS
A.    Rekresi.............................................................................................. 7
B.     Sarana Prasarana Rekreasi................................................................. 10
C.     Nilai Rekreasi Bagi Masyarakat........................................................ 13
D.    Standar Kelayakan Tempat Wisata yang Ideal................................. 14
BAB  III. METODE PENELITIAN
A.    Jenis Penelitian ................................................................................. 20
B.     Waktu dan Tempat Penelitian .......................................................... 20
C.     Informan Penelitian........................................................................... 20
D.    Peran Peneliti..................................................................................... 21
E.     Sumber Data ..................................................................................... 21
F.      Teknik Pengumpulan Data................................................................ 21
G.    Teknik Analisis Data......................................................................... 22
BAB IV. PAMARAN DATA DAN HASIL TEMUAN
A.    Sejarah Singkat Terbentuknya Kelurahan Kabola............................. 23
B.     Keadaan Geografis............................................................................ 26
C.     Keadaan Iklim................................................................................... 27
D.    Keadaan Demografis......................................................................... 27
E.     Keadaan Sosial Budaya dan Ekonomi.............................................. 28
F.      Pemberdayaan dan Kelayakan Tempat Rekreasi.............................. 32
G.    Data Temuan Yang Mendukung Tejadinya Tempat Rekreasi.......... 34
H.    Perhatian Pemerintah Terhadap Pengembangan Objek Wisata......... 40
I.       Faktor-faktor Penghambat Pengembangan Pariwisata...................... 42
J.       Upaya Penanggulangan..................................................................... 43
BAB V. PENUTUP
A.    Kesimpulan........................................................................................ 46
B.     Saran.................................................................................................. 47
DAFTAR PUSTAKA
















DAFTAR TABEL


1.      Tabel 1.1. Data Kunjungan Pariwisata Kabupaten Alor..................... 3
2.      Tabel 4.1. Luas Wilayah Menurut Pengunaan..................................... 26
3.      Tabel 4.2. Keadaan Pendududk Kelurahan Kabola Menurut Mata Pencarian     27
4.      Tabel 4.3. Data Kungunjungan  Wisatawan Kabupaten Alor............. 39































DAFTAR GAMBAR


1.      Gambar 4.1. Peneliti Bersama Bapak Lurah Kabola .......................... 25
2.      Gambar 4.2. Wawancara Bersama Samuel E. Asalaka........................ 35
3.      Gambar 4.3. Peneliti Berada di Depan Pintu Tempat Rekreasi........... 35
4.      Gambar 4.4. Pemandangan Pantai yang Indah dan Alami.................. 36
5.      Gambar 4.5. Peneliti sedang Mewawancarai Pengunjung Tempat Rekreasi, Bapak David Lusi ............................................................................................................. 37
6.      Gambar 4.6. Orang yang Sedang Melakukan Kegiatan Rekreasi....... 38
7.      Gambar 4.7.  Peneliti sedang Mewawancarai Ksie Objek Daya Tarik Wisata, Bapak Ruben Sumaa............................................................................................................. 41
8.      Gambar 4.8.  Peneliti berada di depan Kantor Pariwisata................... 43



















DAFTAR LAMPIRAN

1.      Daftar Riwayat Penulis
2.      Surat Keterangan Ijin Penelitian
3.      Surat Keterangan Selesai Penelitian
4.      Daftar Petanyaan
5.      Daftar Observasi
6.      Daftar Nama-nama Informan
7.      Foto Dokumentasi






















ABSTRAKSI
YOHANIS K. PADAFING NIM: 3207170, “STUDI TENTANG KELAYAKAN PANTAI MALI KELURAHAN KABOLA KECAMATAN KABOLA SEBAGAI SARANA REKREASI DI KABUPATEN ALORPembimbing (I) JAMES K. LIKA, S.Pd, M.Pd, Pembimbing (II) AGUS J. NAFIE, S.Pd
            Kata kunci: Kelayakan , Sarana, Rekreasi
Manusia pada hakekatnya tidak terlepas dari kegiatan rekreasi, tujuan ini pada dasarnya melepas lelah dan kejenuhan dengan bersenang-senang untuk mengisi waktu luang serta pemulihan kondisi dari segalah beban yang timbul akibat kegiatan sehari-hari. Dalam kegiatan rekreasi manusia atau individu dapat menjumpai, menjalani, dan menikmati ketenangan, kebahagiaan hidup lewat rekreasi. Berdasarkan konsep diatas melandasi penulis untuk mengangkat dalam suatu penelitian untuk menjawab temuan-temuan dalam observasi, wawancara, dokumentasi yang berkaitan dengan Kelayakan Pantai Mali Kelurahan Kabola Kecamatan Kabola Sebagai Sarana Rekreasi Di Kabupaten Alor. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bersifat naturalistik tentang Kelayakan Pantai Mali Kelurahan Kabola Kecamatan Kabola Sebagai Sarana Rekreasi Di Kabupaten Alor dengan waktu penelitian kurang lebih 2 bulan yang menjadi informan penelitian adalah, tokoh masyarakat, aparat desa, tua adat, pengelola, serta masyarakat atau individu yang melakukan kegiatan rekreasi di Pantai Mali. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Pantai Mali merupakan tempat rekreasi yang sangat indah bila dijadikan sebagai tempat rekreasi karena tempat tersebut masih alami seperti, pemandangan pasir putih yang indah, air laut yang jernih dan pemandangan-pemandangan yang lain. Peneliti melihat bahwa Pantai Mali layak di gunakan sebagai sarana rekreasi dilihat dari sisi keindahan pemandangan pasir putih serta air yang laut yang jernih, sarana prasarana yang menunjang untuk berekreasi, seperti kolam renang, akses transportasi yang memadai, lopo atau tempat istarahat, Wc yang telah disediakan oleh pengelola dan animo masyarakat ke tempat rekreasi Pantai Mali sangat tinggi apalagi pada hari-hari libur atau hari sabtu dan minggu dengan tujuan melepas lelah, kepuasan dan kesenangan, dari rekreasi itu sendiri.








BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Manusia pada hakekatnya tidak terlepas dari kegiatan rekreasi, tujuan dari kegiatan ini pada dasarnya untuk melepaskan kejenuhan, kelelahan dengan bersenanng-senang untuk mengisi waktu luang dengan pemulihan kondisi dari segalah beban yang timbul dari kegiatan sehari-hari. Dalam rekreasi masyarakat atau individu dapat menjumpai, menjalani, menikmati ketenangan dan kebahagiaan lewat rekreasi. Dalam kehidupan sehari-hari rekreasi tidak asing bagi kita namun pengertiannya masih kurang kita pahami, untuk itu kita perlu mengerti dan memahami arti dari rekreasi itu sendiri.
Mengenai hal di atas pengertian rekreasi yang tercantum dalam buku Pedoman Pendidikan Rekreasi (Depdikbud 1986:3) yaitu:
“Kegiatan dalam pemanfaatan waktu luang yang dilakukan atas                               kemauan sendiri atau sipelaku, menambah kecerdasan, ketrampilan,                        mempertinggi budi pekerti, serta menambah tenggang rasa dalam                            sistem sosial gotong royong”

Bagi individu atau masyarakat yang melakukan aktivitas rekreasi banyak keuntungan dan manfaatnya, seperti: meningkatakan kesegaran jasmani, terlatih disiplin, terjalin hubungan sosial, bertambahnya ketrampilan, dan hal-hal yang bersifat positif lainnya. Oleh sebab itu wajarlah bila semua kegiatan yang bersifat rekreasi yang dilakukan oleh setiap manusia, terutama bagi mereka yang berusia muda yang banyak memerlukan bimbingan, pengalaman dalam pendidikan untuk perkembangan jasmani dan rohani secara wajar, sehingga dapat dicapai sikap dan mental yang sesuai dengan cita-cita pembangunan nasional.
Sedangkan pengertian rekreasi yang tercantum dalam Buku Rekreasi Terarah untuk Semua Pemuda (1972:9) yaitu:
“Rekreasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau                                  bersama-sama dengan orang lain dalam waktu senggang secara sadar            serta sukarela untuk mendapatkan kesenangan, kepuasan serta                           kesegaran pribadi dengan cara langsung dan segar”

Salah satu jalan yang terbaik untuk membina sikap mental positif adalah melalui kegiatan yang sifatnya mengisi waktu luang mereka yaitu kesenian, olahraga dan rekreasi dalam kegiatan itu mereka dapat menyalurkan bakat mereka masing-masing. Guna menjamin terselenggaranya kegiatan-kegiatan  tersebut perlu disiapkan fasilitas dengan suasana yang dapat menunjang terlaksananya kegiatan-kegiatan itu. Lingkungan memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk corak dan ruang lingkupnya dari kegiatan rekreasi, seperti taman. Lapangan untuk bermain, tempat pengembangan bakat dan lain sebagainya. Oleh karana itu program rekreasi hendaknya ikut dikembangkan dalam penataan kota.
Untuk menjaga timbulnya kebosanan, maka diadakan kegiatan yang dapat menimbulkan semangat dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan selanjutnya, yaitu dengan jalan mengadakan rekreasi karena dengan rekreasi kita dapat menghilangkan rasa jenuh dan bosan dalam belajar dan bekerja. Rekreasi mempunyai dampak untuk menciptakan atau mendapatkan kembali keseimbangan antara jasmani, rohani, emosi, dan sosial sehingga dapat memperoleh kesegaran, semangat, kegairahan baru dan bila diarahkan dengan baik akan menambah pengetahuan, meningkatkan rasa cinta tanah air dan mengagumi akan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
Sesuai konsep di atas penulis melihat bahwa rekreasi telah dijalankan oleh individu atau masyarakat, namun kita tidak menyadari arti dari pada rekreasi yang telah dilakukan. Kenyataan membuktikan bahwa sarana rekreasi Pantai Mali Kelurahan Kabola Kecamatan Kabola Kabupaten Alor merupakan sarana yang digunakan oleh individu atau masyarakat pada hari-hari libur atau waktu luang sebagai tempat rekreasi dengan tujuan mendapatkan kesenangan dan kepuasan.
Tabel 1.
Data Kunjungan  Pariwisata Kabupaten Alor

No
Tahun
Wisatawan Mancanegara
WISATAWAN NUSANTARA
1

2009

634 orang

7.629 orang
2

2010
1.120 orang
9.375 orang

3

2011
1.130 orang
9.625 orang
                   Sumber Data: Priwisata Kab.  Alor
     Dari uraian data kondisi Pantai Mali yang berada di Kelurahan Kabola Kecamatan Kabola Kabupaten Alor merupakan suatu asset pariwisata dalam mendukung pembangunan yang ada di wilayah itu sendiri dan tempat rekreasi yang biasa dilaksanakan oleh sekolah-sekolah, idividu, masyarakat, dan wisatawan mancanegara menjelang hari libur atau waktu luang. Dalam hal ini rekreasi juga memberi andil menciptakan manusia indonesia yang seutuhnya, dimana wilayah rekreasi yang ada di pantai mali memiliki tempat-tempat rekreasi yaitu: pemandangan laut yang indah dan bersih, pasir putih yang terhampar di pinggir sepanjang pantai, dan juga tempat perkemahan. Rekreasi relatif bagi semua orang apabila dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang lengkap. Apakah sarana dan prasarana rekreasi Pantai Mali layak digunakan sebagai tempat rekreasi dan memungkinkan tercapainya tujuan rekreasi?
Berdasarkan masalah tersebut maka penulis melakukan penelitian dengan judul: STUDI TENTANG KELAYAKAN PANTAI MALI KELURAHAN KABOLA KECAMATAN KABOLA  SEBAGAI SARANA REKREASI DI KABUPATEN ALOR.
B.     IDENTIFIKASI MASALAH
Penelitian ini perlu adanya pembaharuan masalah dimana pembukaan masalah tersebut sebagai berikut:
1.      Kelayakan pantai mali sebagai sarana rekreasi di Kabupaten Alor
2.      Memotivasi bagi individu atau masyarakat untuk melakukan kegiatan rekreasi di pantai mali
3.      Manfaat yang diperoleh masyarakat atau individu dalam kegiatan rekreasi di pantai mali
4.      Sarana prasarana pantai mali telah di manfaatkan oleh masyarakat atau individu dan memenuhi tujuan rekreasi.



C.    PEMBATASAN MASALAH
Adapun pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah: Kelayakan Pantai Mali Kelurahan Kabola Kecamatan Kabola sebagai sarana rekreasi Kecamatan Kabola Kabupaten Alor
D.    RUMUSAN MASALAH
Sesuai dengan latar belakang diatas maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut: Apakah sarana Pantai Mali layak digunakan sebagai Sarana Rekreasi Di Kabupaten Alor?
E.     TUJUAN PENELITIAN
Kegiatan penelitian ini memiliki tujuan yang hendak dicapai antara lain: untuk mengetahui Pantai Mali layak digunakan sebagai Sarana Rekreasi di Kabupaten Alor
F.     MANFAAT PENELITIAN
Kegunaan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah:
a.       Akademis
1.      Dapat bermanfaat bagi peneliti untuk mengaplikasikan segalah pengetahuan yang penulis peroleh selama kulia pada Universitas Kristen Artha Wacana Kupang khususnya PJKR
2.      Dapat bermanfaat bagi UKAW khususnya Progdi PJKR sebagai bahan kajian yang ada kaitan dengan mata kulia yang sesuai
3.      Sebagai bahan peneltian untuk meraih gelar pendidikan pada UKAW



b.      Praktis
1.      Sebagai bahan masukan dan informasi bagi Pemerintah dan Instansi terkait Kabupaten Alor agar mengembangkan dan melestarikan tempat-tempat rekreasi tersebut.
2.      Sebagai referensi bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian lanjutan.
G.    DEFINISI OPERASIONAL KONSEP
Operasional konsep yang di maksud adalah konsep-konsep dasar yang berkenaan dengan masalah dalam penelitian ini dan apa yang menjadi indikatornya. Untuk memperjelas permasalahan yang berhubungan dengan penulisan ini maka peneliti memberikan defenisi tentang penelitian ini agar tidak terjadi penafsiran yang keliru terhadap masalah yang diteliti :
1.      Studi adalah proses belajar dan meneliti keadaan yang berada pada suatu tempat tertentu.
2.      Sarana adalah perlengkapan yang digunakan dalam suatu kegiatan
3.      Rekreasi adalah kegiatan dalam memanfaatkan waktu luang yang dilakukan untuk memperoleh  kesenangan dan kepuasan bagi yang melakukannya.
4.      Waktu luang adalah waktu yang bebas atau waktu yang memberikan peluang kepada seseorang untuk bebas atau tidak terikat oleh suatu tugas, pekerjaan, dan kewajiban yang dikerjakan secara rutin.



BAB II
KAJIAN TEORITIS

A.      REKREASI
Rekreasi merupakan kata yang sering diucapkan oleh banyak orang, karena rekreasi merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia yang bersifat umum, dan belum sampai pada hakekat daripada rekreasi. Jika orang bertanya apakah yang dimaksud dengan rekreasi., maka agak sukar untuk memberikan jawaban dengan rumusan  secara tegas. Rekerasi bukan makna sebenarnya jika diartikan sebagai melepas lelah, maka hal itu hanya merupakan sebagian dari yang terkandung dalam rekreasi. Mungkin mengartikan rekreasi sebagai kegiatan untuk memulihkan keseimbangan yang dimaksud adalah yang paling mendekati dan dapat menggambarkan isi dan makna meskipun sesungguhnya belumdapat memberikan gambaran dan makna yang sebenarya.
Mencari batasan dan rumusan sehingga dapat memberikan gambaran yang tepat dan jelas, jika mungkin baik, tetapi yang terpenting yaitu dapat mengerti akan ciri-ciri sehingga dapat menyebut apakah suatu kegiatan itu dapat disebut rekreasi atau bukan.
Menurut Fitzgerald yang dikutip H Suranto (1996:58). Ahli yang bertahun-tahun berkecimpung dalam organisasi yang di kenal sebagai National recreation association di Amerika, mengutarakan bahwa program pengisi waktu luang kegiatan-kegiatannya: a. Dipandang dari sudut moral adalah sehat, b. Menghormati hak-hak orang lain, c. Mempunyai motivasi atau kemampuan sendiri bebas dan memberikan kesenangan serta kepuasan.
Mengenai hal tersebut Pusat Kesegaran Jasmani dan Rekreasi (1979: 6) mengatakan:
“Rekrasi adalah sebagai suatu bidang yang dilakukan secara sukarela                        untuk mengisi wktu terluang dengan tidak menggaggu norma-norma                                 kehidupan sosial dan bahkan memberikan kepuasan bagi pelakunya,                     sehingga mungkin terwujud perkembangan fisik, mental, emosional                     maupun sosial yang lebih baik”

Sedangkan Butler berpendapat bahwa suatu kegiatan dapat disebut sebagai rekeasi kalau kegiatan itu mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  1. a.       Tak ada daya tarik lain kecuali kegiatan itu sendiri
  2. b.      Dilakukan sebagi pengisi waktu luang
  3. c.       Merupakan pelepasan daya kereasi jasmani atau kehoranian
  4. d.      Dilakukan atas dorongan dari dalam diri bukan karena paksaan dari luar.
Dari uraian yang telah dikemukakan diatas berdasrkan pengertian rekreasi, maka jelas terlihat adanya beberapa unsur yng mempertegas rekreasi, bahwa rekreasi dilakukan atau dikerjakan pada waktu senggang, secara sadar dan bersifat sukarela dalam arti tidak terikat atau terpaksa, sebagaimana diketahui rekreasi merupakan kebutuhan semua manusia yang hidup. Oleh karena itu rekreasi adalah kegiatan yang bebas, lepas dari kewajiban pekerjaan dan keluarganya dengan tujuan untuk melepas lelah dan memperoleh kesenangan.


Perkembangan suatu kegiatan rekreasi adalah: 

  1. Bukan kegiatan profesional
  2. Bukan keharusan atau paksaan
  3.  Bukan untuk menambah penghasilan
  4. Bukan tanggung jawab keluarga 
  5. Bukan kegiatan yang tidak dapat dihindari
Bukan kegiatan yang bertujuan untuk pemeliharaan diri
g.      Bukan kegiatan yang merupakan upacara keluarga yang bersifat tradisional atau diakui.
Kepuasan itu sifatnya jasmani, mental atau sosial dan yang pada umumnya adalah gabungan dari padanya rekreasi dapat spontan atau direncanakan, diorganisasikan atau sendiri-sendiri karenanya dapat disebut sebagai kegiatan rekreasi kalau kegiatan itu:
a.       Aktivitasnya dapat dilakukan atas kehendak sendiri
b.      Dilakukan karena dapat memberikan kepuasan
c.       Bentuknya diterima oleh masyarakat
d.      Harus memiliki nilai-nilai positif bagi manusia selanjutnya.
Selanjutnya Rysdsorp menggolongkan rekreasi itu sesuai dengan sifatnya menjadi 7 (tujuh) kelompok, dari ketujuh kelompok itu adalah:
a.       Penyaluran, sekedar untuk menghabiskan waktu atau pengisian waktu senggang tanpa rencana yang jelas.
b.      Ketegangan, pengisian waktu senggang bersifat rekreasi terhadap kehidupan yang dasar atau monoton.
c.       Pelepasan lelah, pengisian waktu senggang bersifat rekreasi terhadap ketegangan yang timbul oleh tugas-tugas pribadi dan masyarakat.
d.      Kesibukan, pengisian waktu senggang merupakan rekreasi terhadap pekerjaan yang sedikit dan berfungsi kemauan yang ada pada manusia.
e.       Protes, kegiatan pembinaan waktu senggang bersifat protes terhadap paket nilai-nilai yang dirasakan sebagai penguasaan masyarakat pada dirinya.
f.       Kompensasi, penggunaan waktu senggang yang bersifat kebalikan.
Rekreasi merupakan salah satu kebutuhan dalam kehidupan manusia, kegiatan rekreasi dilandasi unsur pendidikan sangat bermanfaat bagi perkembangan dan pembentukan kepribadian anak dan remaja. Penerapan kegiatan rekreasi di sekolah selain sebagai sarana untuk mengurangi ketegangan para siswa dalam menghadapi pelajaran disekolah, juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana menanggulangi masuknya unsur-unsur negatif kedalam ligkungan sekolah. Jadi bentuk kegiatan rekreasi bagi para pelajar ini dimaksudkan untuk mengisi waktu luang yang dapat dilaksanakan pada saat hari  belajar dan diluar hari belajar.
B.       SARANA PRASARANA REKREASI
Walaupun unsur manusia merupakan kunci dari berhasil tidaknya kegiatan rekreasi, tetapi sarana dan prasarana merupakan unsur yang sangat penting dan merupakan unsur yang menentukan lancar dan tidaknya suatu kegiatan rekreasi. Adapun sarana rekreasi dapat disesuaikan dengan jenis kegiatan yang dilaksanakan, seperti sarana untuk hidup di alam terbuka, olah raga rekreasi, kerajinan tangan dan kesenian, sedangkan sarana rekreasi yang merupakan buatan manusia antara lain seperti tempat perkemahan, museum, candi-candi, taman rekreasi, pusat kebudayaan, dan sebagainya.
Sedangkan prasarana rekreasi berdasarkan pengelompokannya diatas dapat diuraikan sebagai berikut:
a.       Prasarana rekreasi wisata alam misalnya, cagar alam, gunung/pegunungan, bumi perkemahan, taman rekreasi, pantai indah, air terjun lembah, goa dan lain sebagaimana.
b.      Prasarana rekreasi wisata budaya, misalnya peningalan yang bernilai sejarah, museum, desa tradisional, desa kerajinan, candi, monumen dan tempat-tempat upacara adat.
c.       Prasarana rekreasi wisata karya, misalnya pabrik dan perpustakaan.
d.      Prasarana rekreasi bahari, laut dan pantai
e.       Prasarana rekreasi agro, misalnya perkebunan dan hutan lindung.
Pelaksanaan rekreasi yang terkait dengan isi kegiatan dengan sifat-sifat yang membangkitkan suasana menyenangkan, selalu patuh pada asas, manfaat bagi pengembangan, bukan saja aspek fisik yang menyangkut kebugaran jasmani yang meningkat. Rekreasi itu akan subur kemajuannya bila tidak didukung oleh lingkungan sosial, seperti keluarga dan lebih luas lagi pada tingkatan berikutnya yaitu lingkungan masyarakat bahkan lingkungan.


Sarana rekreasi dapat dikatakan sebagai tempat untuk mengekspresikan diri dengan berbagai cara untuk mendapatkan tujuan dari rekreasi itu sendiri, rekreasi tidak mengenal pembatasan waktu atau pesertanya ini berarti bahwa rekreasi itu sebenarnya terletak pada kehidupan manusia, oleh karena itu dapat dibayangkan betapa sepinya kehidupan di dunia ini jika tidak ada kegiatan rekreasi
Hal ini tercermin dalam upaya penyediaan insfrastruktur dalam pendukung bagi kepentingan umum misalnya penyediaan tempat-tempat untuk rekreasi, fasilitas transportasi, dan dukungan bagi keselamatan. Semuanya itu tidak mungkin di pikul oleh orang perorangan, tetapi hanya diwujudkan melalui dukungan pemerintah atau mungkin juga sokongan pihak swasta. Jadi rekreasi yang sehat pada hakekatnya bukan hanya merupakan tanggung jawab perorangan akan tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga masyarakat, badan lembaga-lembaga (formal atau nonformal) pemerintah disemua tingkat. Uluran tangan dari pemerintah, baik pusat maupun daerah baik dalam bentuk material maupun moral, sangat diperlukan dalam usaha mengembangkan rekreasi dalam masyarakat sesuai dengan perkembangan minat dan kebutuhan masyarakat, dalam kaitannya dengan pelaksanaan otonomi betapa penting peranan pemerintah untuk menyediakan sarana dan prasarana bagi individu atau masyarakat agar dapat menikmati kegiatan rekreasi, pola kebiasaan waktu luang dengan kegiatan pasif sepeti piknik pada hari libur atau pada waktu luang.


C.      NILAI REKREASI BAGI MASYARAKAT
Semakin maju tingkat kehidupan manusia semakin banyak masalah yang kompleks yang timbul dalam masyarakat pada umumnya dan individu pada khususnya. Sebagai alat penyalur yang positif, rekreasi mempunyai kedudukan sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu rekreasi bukan saja dirasa sangat penting kehadirannya ditengah-tengah masyarakat, tetapi lebih dari itu rekreasi menjadi kebutuhan hidup masyarakat dan individu pada khususnya.
Melalui kegiatan rekreasi secara kelompok atau beregu, sikap sosial (respek serta pengertian terhadap orang lain) dapat berkembang dengan subur, baik dalam masyarakat pada umumnya maupun dalam keluarga pada khususnya. Kesempatan berkomonikasi dengan orang lain dapat di peroleh melalui pertemuan-pertemuan atau kegiatan kelompok diluar kegiatan rutin sehari-hari. Dengan melakukan kegiatan rekreasi seseorang dapat mengetahui statusnya dalam masyarakat atau dalam keluarga. Kegiatan seperti ini dapat membantu dalam terbentuknya kerakter, watak, dan kepribadian seseorang termasuk inisiatif, pengenalan diri, apa-adanya, serta menghargai orang lain. J. Hartoto (2001 : 19).
Untuk mencegah tumbuh dan berkembangnya sifat mementingkan diri sendiri dalam diri seseorang atau masyarakat maka dari itu rekreasi sangat dibutuhkan, upaya ini dimaksudkan untuk membangkitkan kembali semangat kerja sama antara individu dalam masyarakat serta memupuknya. Jadi rekreasi mempunyai potensi dan kemampuan untuk menjadi penangkal dan berfungsi sebagai salah satu jalan keluar guna mengatasi masalah-masalah yang timbul yang dapat merugikan dan mengganggu ketentraman hidup masyarakat, lebih-lebih masyarakat modern, sepeti dewasa ini. Dengan rekreasi individu atau masyarakat dapat mengurangi tekanan-tekanan akibat kerja keras yang cukup berat dan tanggung jawab yang besar atas tugas-tugasnya sehingga keseimbangan mental dapat dijaga serta diperhatikan. Melalui kegiatan rekreasi setiap individu atau masyarakat dapat memperoleh kesempatan seluas-luasnya yang dipilih sendiri, atas dasar keinginan dan kemampuannya serta dilandasi oleh rasa tanggung jawab atas manfaat kegiatan yang dipilih tersebut akan dapat mengembalikan kepribadiannya sesuai dengan kondisi mereka masing-masing, atas dasar itulah rekreasi dapat pula di pandang sebagai salah satu faktor penentu bagi perkembangan dan kematangan jiwa serta peningkatan kualitas hidup seseorang.  
D.      STANDAR KELAYAKAN TEMPAT WISATA YANG IDEAL
Objek  dan daya tarik wisata adalah suatu bentukan dan fasilitas yang berhubungan menarik wisatawan dan pengunjung untuk datang ke suatu daerah tertentu. Daya tarik yang tidak atau belum dikembangkan merupakan sumber daya potensial dan belum dapat disebut daya darik wisata sampai  adanya suatu jenis pengembangan tertentu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Kelayakan adalah sesuatu yang bisa di gunakan atau di pakai dalam suatu kegiatan, misalya sarana parasarana penunjang,
Objek dan daya tarik wisata merupakan dasar bagi kepariwisataan. Tanpa adanya daya tarik di suatu daerah atau di tempat tertentu kepariwisataan sulit dikembangkan. Dalam Undang-Undang No 9 Tahun 1990 Tentang Kepariwisataan disebutkan objek daya tarik wisata yang menjadi sasaran wisata terdiri atas:
1.      Objek dan daya tarik wisata ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang berwujud keadaan alam, flora, dan fauna
2.      Objek dan daya tarik ciptaan manusia yang berwujud museum, peninggalan purbakala, seni dan budaya, wisata agro, wisata buru, wisata pertualangan alam, taman rekreasi, dan kompleks hiburan.
Sedangkan objek dan daya tarik wisata menurut Diirektorat Jenderal Pemerintah terdiri dari 3 bagian yaitu:
1.      Objek Wisata Alam
Objek wisata alam adalah sumber daya alam yang berpotensi serta memiliki daya tarik bagi pengunjung baik dalam keadaan alami maupun serta ada budidaya.
2.      Objek Wisata Sosial Budaya
Objek social budaya dapat dimanfaatkan dan menjadi objek dan daya tarik meliputi: museum, penaninggalan sejarah, upacara adat, seni pertunjukan dan kerajinan.
3.      Objek Wisata Minat Khusus
Merupakan jenis objek wisata yang baru dikembangkan di Indonesia. Objek wista ini diutamakan pada wisatawan yang epunyai motivasi khusus. Dengan demikian, para wisatawan memiliki minat khusus seperti berburu, arung jeram, tujuan pengobatan, dan lain-lain.
Perencanaan dan pengelolaan objek wisata dan daya tarik tempat wisata alam. Sosial budaya harus berdasarkan kebijakan pembangunan nasional maupun regional. Jika kedua kebijakan tersebut belum tersusun perencana pengembangan objek wisata harus mampu mengasumsikan rencana kebijakan yang sesuai dengan area yang bersangkutan. Suatu objek wisata yang menarik untuk dikunjungi wisatawan atau pengunjung harus memenuhi syarat-syarat untuk pengembangan daerahnya, menurut Maryani (1991:1) syarat-syarat tersebut adalah:
1.      Apa yang  dilihat atau dijumpai? (What To See)
Ditempat tersebut harus ada objek wisata dan aktraksi wisata yang berbeda dengan yang dimiliki daerah lain. Dengan kata lain dari daerah tersebut harus memiliki  daya tarik khusus daya tarik yang dapat dijadikan “entertainment” bagi wisatawan.  meliputi pemandangan alam, pantai, kegiatan kesenian, dan aktraksi wisata.
2.      Apa yang harus dilaksanakan? (What To Do)
Ditempat tersebut Selain yang dapat dilihat dan disaksikan harus dapat disediakan fasilitas rekreasi yang dapat membuat wisatawan betah tinggal lebih lama di tempat itu.
3.      Apa yang mau dibeli? (What To Buy)
Tempat wisata harus tersedia untuk berbelanja terutama barang souvenir dan kerajinan rakyat sebagai oleh-oleh untuk dibawah pulang ke tempat asal.


4.      Apa yang digunakan ke tempat wisata? (What To Arrived)
Di dalamnya termasuk aksesbilitas, bagaimana kita mengunjungi objek wisata tersebut, kendaraan apa yang digunakan, dan berapa lama tiba di tempat tujuan wisata tersebut.
5.      Bagaimana wisatawan dapat tinggal? (What To Stay )
Bagaimana wisatawan dapat tinggal untuk sementara selama dia berlibur di objek wisata itu. Diperlukan penginapan-penginapan baik hotel berbintang hotel non berbintang dan sebagainya.
Selain itu daya tarik suatu objek wisata harus berdasarkan atas:
1.      Adanya sumber daya dapat menimbulkan rasa senang indah dan nyaman, dan bersih
2.      Adanya aksesbilitas yang tinggi dan dapat mengunjunginya
3.      Adanya ciri khusus atau spesifikasi yang langka
4.      Adanya sarana dan prasarana penunjang untuk melayani pengunjung yang hadir.
5.      Objek wisata mempunyai daya tarik tinggi karena keindahan alam pengunungan, sungai, pantai, pasir, hutan dan sebagainya.
6.      Objek wista budaya mempunyai daya tarik tinggi mempunyai nilai khusus dalam acara kesenian, upacara-upacara adat, nilai luhur yang terkandung dalam suatu buah karya manusia pada masa lampau.
    


Pembangunan suatu objek wisata harus dirancang dan bersumber pada potensi daya tarik yang dimiliki oleh objek tersebut dengan mengacu pada kriteria keberhasilan pengembangan meliputi berbagai kelayakan yaitu diantara:
1.      Kelayakan Finansial
Kelayakan ini menyangkut perhitungan secara komersial dari pembangunan objek wisata tersebut, perkiraan untung-rugi sudah harus diperkirakan dari awal. Berapa tenggang waktu yang dibutuhkan untuk kembali modal sudah diramalkan.
2.      Kelayakan Sosial Ekonomi Regional
Dilakukan untuk melihat apakah investasi yang ditanamkan untuk pembangunan suatu objek wisata juga memiliki dampak social ekonomi secara regional; dapat meningkatkan lapangan kerja atau usaha, dapat meningkatkan penerimaan devisa, dapat meningkatkan penerimaan pada sejktor yang lain seperti pajak, perindustrian, perdagangan, pertanian dan lain-lain. Dalam kaitan dengan hal ini tidak semata-mata komersial saja tetapi juga memperhatikan dampaknya secara lebih luas.
3.      Kelayakan Teknis
Pembangunan objek wisata harus dapat dipertanggungjwabkan secara teknis dengan melihat daya dukung yang ada. Tidaklah perlu memaksakan untuk membangun suatu objek wisata apabila daya dukung objek wisata tersebut rendah. Daya dukung objek wisata berkurang atau hilang bila objek wisata tersebut membahayakan para wisatawan atau pengunjung di tempat itu.
4.      Kelayakan Lingkungan
Analisis dampak dipergunakan sebagai acuan kegiatan suatu objek wisata, pembangunan suatu objek wisata yang mengakibatkan rusaknya lingkungan harus dihentikan pebangunannya. Pembangunan suatu objek wisata bukanlah merusak lingkungan tetapi sekedar memanfaatkan sumber daya alam untuk kebaikan manusia dan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia sehingga menjadi keseimbangan, keselarasan, keserasian hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan laingkungan alam, manusia dengan Tuhannya
Berdasarkan konsep di atas, yang harus diperhatikan adalah lingkungan, lingkungan tempat wisata sangat berperan penting dalam kegiatan rekreasi seperti keindahan, kebersihan dan kenyamanan bagi pengunjung. Dukungan masyarakat terhadap lingkungan wisata berupa sarana kebutuhan pokok untuk tempat obyek wisata, tenaga kerja yang memadai dimana pihak pengelola obyek wisata memerlukannya untuk menunjang keberlangsungan hidup obyek wisata dan memuaskan masyarakat yang memerlukan pekerjaan dimana membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.